Tidak ada satu rupiah pun dalam pagu indikatif untuk bantuan langsung berkelanjutan bagi 1,46 juta lansia dan disabilitas tunggal miskin.
Jakarta (KABARIN) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa Kementerian Sosial mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp22,4 triliun untuk tahun 2027, karena pagu indikatif yang ditetapkan sebesar Rp84,71 triliun dinilai belum mampu memenuhi seluruh target program kementerian.
“Pagu indikatif tahun 2027 sebesar Rp84,71 triliun, secara teknis belum mampu memenuhi seluruh mandat tersebut. Ada gap yang nyata antara yang diperintahkan dengan apa yang kami bisa lakukan dengan pagu yang ada saat ini. Total gap yang kami usulkan untuk dipenuhi adalah Rp22.488.964.541.000 atau Rp22,49 triliun, jika disetujui maka total anggaran Kementerian Sosial pada tahun 2027 menjadi Rp107,20 triliun,” katanya dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Jakarta, Rabu.
Saifullah Yusuf menjelaskan, salah satu ketimpangan terjadi pada program Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE). Ia menyebut, anggaran yang tersedia hanya mampu membiayai 10.000 kepala keluarga (KK), sementara target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mencapai 400.000 keluarga penerima manfaat (KPM) per tahun.
“Gap-nya hampir 40 kali lipat,” kata Saifullah Yusuf.
Ia juga menyoroti kekurangan anggaran untuk operasional Sekolah Rakyat. Dari kebutuhan yang ada, masih terdapat kekurangan dana sebesar Rp3,64 triliun untuk membiayai lebih dari 100.000 siswa pada 2027.
“Pagu Sekolah Rakyat R4,9 triliun, kurang dari Rp3,64 triliun untuk membiayai Rp100.000 lebih siswa yang bersekolah di tahun 2027. Padahal ini adalah mandat langsung Perpres Nomor 120 Tahun 2025 yang sekaligus sekarang terus berjalan dan mengalami suatu kemajuan-kemajuan yang patut dicatat sebagai bagian dari perjalanan awal penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menegaskan belum adanya alokasi anggaran untuk kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas pada pagu indikatif 2027.
“Tidak ada satu rupiah pun dalam pagu indikatif untuk bantuan langsung berkelanjutan bagi 1,46 juta lansia dan disabilitas tunggal miskin,” kata Saifullah Yusuf.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026